The Village Resort Batu, Villa yang Bisa Dipakai Sendiri dan Disewakan
Kalau Anda sedang mempertimbangkan investasi villa di Batu, jangan cuma lihat harga asetnya. Potensi pendapatan sewa, tingkat okupansi, biaya operasional, dan fleksibilitas penggunaan juga perlu dihitung. The Village Resort Batu menawarkan konsep villa eksklusif di Metro, Kota Wisata Batu, yang bisa dipakai untuk kebutuhan pribadi sekaligus disewakan lewat sistem pengelolaan resmi.

Kenapa Kota Wisata Batu Menarik untuk Investasi Villa?
Batu punya karakter kuat sebagai kota wisata, sehingga properti akomodasi berpeluang mendapat permintaan tinggi dari wisatawan, terutama saat high season seperti libur sekolah dan akhir tahun. Namun jumlah wisatawan yang datang ke Batu tidak otomatis sama dengan tingkat okupansi satu villa tertentu.
Investor tetap perlu melihat pola weekday versus weekend, musim ramai, harga sewa kompetitor di sekitar Metro, serta biaya operasional yang berlaku. Untuk The Village Resort, lokasi di kawasan Metro Kota Wisata Batu ini jadi bagian penting dari positioning produk, tapi survei langsung ke lokasi tetap penting untuk menilai akses dan lingkungan sekitar sebelum memutuskan.
Beli untuk Liburan Pribadi atau Full Disewakan?
Salah satu nilai utama The Village Resort adalah fleksibilitas penggunaan aset. Villa dapat digunakan sendiri sekaligus disewakan lewat pengelolaan InapStay ketika sedang tidak dipakai pribadi. Ini menarik buat investor yang tidak ingin asetnya cuma jadi tempat liburan yang menganggur sepanjang tahun.
Model seperti ini berbeda dari villa yang cuma dibeli untuk investasi murni, atau properti yang harus dikelola sendiri oleh pemiliknya. Detail jadwal penggunaan pribadi dan ketentuan sewa tetap perlu ditanyakan langsung ke pihak manajemen sebelum transaksi.
Baca Juga: The Village Resort Batu, Villa dengan View Pegunungan
Membedah Proyeksi Pendapatan Rp28 Juta per Bulan
Proyeksi pendapatan yang beredar adalah total Rp28 juta per bulan atau Rp336 juta per tahun, dengan asumsi pendapatan Rp1 juta per hari di weekday dan Rp2 juta per hari di weekend. Skema bagi hasilnya adalah 65 persen untuk pemilik dan 35 persen untuk manajemen.
Kalau angka Rp28 juta itu adalah pendapatan kotor sesuai asumsi manajemen, bagian 65 persen untuk pemilik secara matematis berkisar Rp18,2 juta per bulan atau Rp218,4 juta per tahun, sebelum memperhitungkan komponen biaya lain yang berlaku. Penting diingat, angka ini adalah proyeksi berdasarkan asumsi okupansi tertentu, bukan jaminan pendapatan pasti setiap bulan.
Cara Menghitung ROI Sebelum Anda Memutuskan Investasi
Banyak investor menyadari bahwa ROI tidak cukup dihitung dari pendapatan tahunan semata. Bandingkan pendapatan bersih dengan total modal yang dikeluarkan, termasuk biaya pembelian dan biaya yang muncul selama masa kepemilikan aset. Minta rincian apakah proyeksi Rp28 juta per bulan itu gross revenue atau sudah memperhitungkan biaya tertentu, bagaimana perhitungan 65 persen bagian pemilik dilakukan, kapan pembayaran diberikan, dan siapa yang menanggung maintenance.
Dua properti dengan pendapatan kotor yang sama bisa menghasilkan pendapatan bersih yang jauh berbeda, tergantung struktur biaya di baliknya.
Minta Proposal Bisnis Lengkap Sekarang
Kalau Anda ingin menilai investasi villa di Batu ini secara lebih serius sebagai bisnis, bukan sekadar pembelian villa untuk gengsi atau liburan, langkah berikutnya adalah meminta proposal bisnis resmi The Village Resort Batu oleh Aura Group yang memuat proyeksi ROI dan skema bagi hasil secara lengkap. Dari situ, Anda bisa membandingkannya dengan alternatif investasi lain seperti ruko menggunakan angka yang sebanding.
Tanpa harga unit dan total biaya akuisisi yang lengkap, ROI bersih belum bisa dihitung secara valid. Segera hubungi tim pemasaran The Village Resort Batu lewat WhatsApp untuk mendapatkan proposal lengkap dan simulasi bagi hasil sesuai kondisi terkini.
