Risiko Bencana Properti Malang: Cara Pilih Hunian Aman dari Banjir & Longsor

Bagikan:

Malang memang menawan dengan udara pegunungan yang sejuk. Namun, tantangan alam di kota ini tidak bisa diremehkan.

Saat hujan deras melanda, banjir kerap menggenangi jalanan dan risiko longsor mengancam pemukiman. Data BPBD Kota Malang menunjukkan angka yang cukup mengejutkan: 95% wilayah kota ini dinyatakan rawan bencana. Dari total 57 kelurahan, sebanyak 40 kelurahan memiliki tingkat risiko tinggi. Memahami risiko bencana properti Malang kian penting mengingat intensitas hujan pada musim 2025-2026 diprediksi meningkat 20-40%.

Risiko bencana properti Malang

Daftar Zona Rawan yang Perlu Diwaspadai

Peta risiko telah disosialisasikan hingga tingkat RW. Berikut adalah wilayah yang memiliki catatan kerawanan tinggi yang harus Anda perhatikan:

  • Lowokwaru: Ketawanggede, Sumbersari, Tunggulwulung, Tasikmadu.

  • Klojen: Oro-oro Dowo, Penanggungan, area Balai Kota, dan Stasiun.

  • Blimbing: Fokus utama di kawasan Kesatrian.

  • Sukun: Gadang, Bakalan Krajan, dan Mulyorejo.

  • Kedungkandang: Bumiayu, Buring, Jalan Sungkono, dan Sawojajar.

Hunian ideal seharusnya memiliki jarak aman 10-15 meter dari bibir sungai (DAS). Faktanya, banyak bangunan yang menempel langsung dengan sungai sehingga sangat rentan terhadap longsoran.

Panduan Cek Lokasi Aman Secara Mandiri

Jangan hanya mengandalkan brosur. Lakukan langkah-langkah verifikasi berikut agar Anda terhindar dari risiko bencana properti Malang:

1. Akses Peta Digital: Buka peta rawan bencana BPBD Malang online. Jika lokasi berada di zona merah, sebaiknya pertimbangkan kembali.
2. Cek Elevasi: Pastikan posisi hunian minimal 10 meter di atas permukaan sungai terdekat menggunakan Google Earth.
3. Verifikasi Sensor EWS: Tanyakan posisi Early Warning System (EWS) terdekat untuk peringatan dini banjir.
4. Audit Dokumen: Pastikan Anda memverifikasi dokumen IMB/PBG ke kantor Kelurahan untuk memastikan kelayakan lahan.

Solusi Hunian Aman Bersama Aura Group

Memahami tingginya kekhawatiran masyarakat, Aura Group berkomitmen menghadirkan hunian di lokasi-lokasi strategis yang minim risiko. Proyek seperti Puncak Landungsari, Metro Batu, dan Bunga Vinolia dipilih berdasarkan analisis topografi yang matang guna menghindari zona banjir.

Dengan standar struktur beton bertulang dan sistem drainase premium, Aura Group memastikan keamanan jangka panjang bagi penghuninya. Selain itu, proyek Aura Park dan Arumba Utama Resort dibangun pada elevasi yang aman dan jauh dari area DAS. Melalui perencanaan yang matang, Aura Group memberikan ketenangan pikiran bagi para investor properti di tengah tantangan alam.

Malang mungkin mengalami banjir tahunan, tetapi hunian Anda tidak harus menjadi korban. Jadilah pembeli pintar dengan memahami risiko bencana properti Malang secara mendalam. Datang ke lokasi, cek peta BPBD, dan pilihlah hunian yang tidak hanya cantik, tapi juga kokoh dan aman dari ancaman bencana.

Cek juga link berikut
– https://auragroup.id/legalitas-properti-di-malang/

Bagikan: